Oleh : LENTERA“Kreasi Musik Karangsari Clering” *3
Syair Lagu
Arti hadirmu di jiwaku
Bawa diriku terbang tinggi
Di indahmu…
Anugrah cinta penuh pesona
Karunia indah sang pencipta
Isi dunia…
Salam cintaku untuk segala
Ungkapan rasa betik jiwa
Senandung cinta kian menggema
Ribuan nada terjalin makna
Salam cinta, salam cinta…
Salam cinta untuk segala
Salam cintaku untuk segala
Ungkapan rasa betik jiwa
Senandung cinta kian menggema
Ribuan nada terjalin makna
Salam cinta, salam cinta…
Salam cinta untuk segala
Arti hadirmu di jiwaku
Bawa diriku terbang tinggi
Di indahmu…
Konsep Karya
Dimanakah “Hikmah Senja” ?....
Perlahan, kini rona merah cahyanya menghias indah bentang cakrawala kehidupan, seakan menyimpan pesan abadi perjalanan hidup manusia, mengajak kita untuk berfikir dan merenung kembali, sudah sejauh mana capaian kualitas hidup perjalanan kita hari ini, bulan, tahun yang telah berlalu.
Alhamdulillah, sudah sepatutnya kini kita bersyukur, bila hari ini masih dapat menikmati indahnya suasana senja seperti itu. Meskipun telah kita ketahui bersama, bahwa di sini, di desa tercinta ini, masih cukup banyak persoalan dan ketimpangan sosial yang belum terselesaikan, dan lain sebagainya. Seiring bergulirnya waktu, tentu semua itu insyaAllah masih akan kita urai dan bahas bersama-sama pada kesempatan berikutnya. Seiring hikmah senja, sudah menjadi tradisi masyarakat, bila senja telah berganti, adzan magrib pun mulai berkumandang di mana-mana, di Masjid dan Musholla yang sama-sama kita cintai. Sebuah tanda, bahwa kewajiban menunaikan ibadah sholat segera dilaksanakan. Adapun dalam pelaksanaannya, diantaranya ada yang dilakukan secara berjama’ah, dan ataupun yang dilakukan secara sendiri di rumah masing-masing.
Lebih lanjut, sudah menjadi tradisi masyarakat pula, bahwa pada tiap hari Kamis malam Jum’at, usai sholat magrib, di tiap Masjid dan Musholla bersemangat dalam pembacaan “Berjanjenan” (Sholawat Barjanzi, Diba’i dan lain-lain) yang bisa dinilai sebagai salah satu wujud rasa cinta dan hormat kepada baginda Rasulallah SAW. Dalam prosesnya, ada pula diantaranya yang diiringi dengan tabuhan alat-alat musik Rebana (Terbangan) sebagai salah satu warisan tradisi leluhur di bumi nusantara ini, yang tentu semakin menambah semangat, gairah, rasa haru dan kecintaan yang luar biasa.
Diantaranya adalah sebuah kelompok rebana Santri di ujung desa kita, yang menamakan dirinya “Al-Ulya” yang terdiri dari para santri muda-mudi yang terdengar indah di hati. Selain itu, tidak ketinggalan pula senyum ceria kelompok rebana TPQ Baitussalamah Dukuh Karangsari RT 004 RW 001 Desa Clering, dengan sebutan “GAS” (Gabungan Anak Shaleh) yang merupakan gabungan anak usia sekolah, yang membuktikan tidak hanya pandai Baca Tulis Al-Qur’an, tetapi juga terampil memainkan rebana. Dari gambaran tersebut, kiranya cukup untuk menjadi sebuah pertanda dan kebanggaan kita bersama, bahwa sudah sepatutnya kegiatan itu dikembangkan lebih lanjut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait.
Demikianlah sedikit untaian kabar indah yang sepatutnya kita syukuri. Meski ketika di tengah-tengah ketimpangan sosial dan lain sebagainya tak kunjung berhenti. Yakni, masih maraknya kebiasaan masyarakat desa kita yang gemar Miras dan Judi, yang tentu cukup mengganggu ketentraman masyarakat, ketertiban dan nama baik Desa tercinta.
Akhirnya, “Salam Cinta” teruntuk bagi siapa saja yang senantiasa memantulkan cahaya keindahan dan perdamaian hidup. Semoga senandung cinta kian menggema di segenap penjuru. Amin… (bersambung ke...*4)
Alamat : Dukuh Karangsari RT 003 RW 001 Desa Clering,
Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,
Kode Pos 59454, Telp. 0857 273000 42


0 komentar:
Posting Komentar