HIKMAH SENJA
Oleh : LENTERA“Kreasi Musik Karangsari Clering” *2
Syair Lagu
Redup mentari senja
Pantulan duka akhir hayatmu
Menepi ‘ku sendiri
Engkau t‘lah pergi takkan kembali
Kupasrahkan diri pada illahi
Demi sang waktu yang terus berlalu
Bisikkanlah padaku kata indahmu
Jalani hidup hanya untukmu
Dimana hikmah senja
Pesan abadi kuatkan hati
Di sini ‘ku berdiri
Berpegang janji melangkah pasti
Kupasrahkan diri pada illahi
Demi sang waktu yang terus berlalu
Bisikkanlah padaku kata indahmu
Jalani hidup hanya untukmu
Redup mentari senja
Pantulan duka akhir hayatmu…
Konsep Karya
Seiring tumbuh daun bersemi, bening butir embun pun perlahan mulai memantulkan keindahannya. Pagi itu, suasana Dukuh Karangsari Desa Clering sungguh ramai dan menyenangkan. Saat sang fajar tiba, sejuk angin berhembus benar-benar terasa menyentuh hati sanubari terdalam. Bagai sebuah awal kehidupan, atau awal sebuah kelahiran, terbit sang fajar seakan menjadi sebuah pertanda, bahwa aktifitas perjalanan hidup manusia di dunia segera dimulai.
Sehubungan dengan hal itu, sudah menjadi tradisi masyarakat, bila bulan Ramadhan tiba, kegiatan keagamaan di desa Karangsari dan sekitarnya begitu semarak dan beragam. Diantaranya adalah makan sahur dan buka puasa bersama, sholat Tarawih, Tadarus dan lain sebagainya. Selain itu, tidak ketinggalan pula adalah peran aktif anak-anak dalam kegiatan “Tetek” dimalam hari, sebagai penanda bahwa makan sahur telah tiba. Yakni, sebuah tabuhan alat musik sederhana dengan cita rasa yang unik.
Lebih lanjut, sudah menjadi kebiasaan masyarakat, bila fajar tiba, dibulan Ramadhan banyak anak-anak, remaja dan orang tua yang bersemangat keluar rumah dan memenuhi jalanan guna menghirup udara segar lagi bersih. Sembari berjalan santai, terlihat anak-anak pun riang berlari-lari kecil. Sehingga suasana pun semakin indah merekah, berhias senyum dan tawa masyarakat dalam mengisi kebersamaan dan lain sebagainya.
Seiring fajar menyingsing, perlahan mentari pun mulai menampakkan keindahannya. Cerah cahyanya, seakan memancar sejuta harapan ke segenap penjuru. Memancar kerinduan suasana mesra seperti itu. Namun, kini sungguh sayang, boleh jujur dikatakan, bahwa saat fajar tiba, suasana memeriahkan bulan Ramadhan beserta semangat dan keceriaan seperti itu, sekarang sudah mulai terkikis dan menghilang, bahkan hampir tiada lagi.
Atau boleh pula dikatakan, saat fajar tiba, masyarakat sekarang sudah mulai enggan. Barangkali zaman memang sudah berubah, oleh keadaan dan suasana yang sudah tidak mendukung lagi. Mungkin, diantaranya adalah dikarenakan jalan desa yang dulu beraspal baik, kini banyak yang berlobang dan rusak, sebab terlalu lama tidak terawat dan termakan usia. Atau sangat mungkin pula, kerusakan jalan desa ini disebabkan oleh banyaknya Truck bermuatan ribuan ton tambang batu feldspar yang melintas tiap hari, bulan dan tahun yang berlalu, hingga sampai sekarang, dan tentu masih akan berlanjut ditahun-tahun mendatang sampai penambangan benar-benar habis dan berhenti total.
Demikianlah, tak terasa zaman memang telah berubah. Demikian halnya matahari, sang fajar pun telah berganti, terbit dan tenggelam seiring perjalanan hari. Sehingga pada tiap zaman, segala sesuatunya telah membawa catatan dan sejarah perjalanan hidup masing-masing.
Akhirnya, sedikit kutipan syair lagu “Hikmah Senja” ini, Ragas dan Tina pun bersenandung tanya : “Dimana hikmah senja, pesan abadi kuatkan hati, di sini kuberdiri, berpegang janji melangkah pasti, ‘tuk meraih asa, cita dan cinta yang lebih baik, dalam banyak hal. Amin… (bersambung ke...*3)
*2) Disusun Oleh : LENTERA “Kreasi Musik Karangsari Clering”
Alamat : Dukuh Karangsari RT 003 RW 001 Desa Clering,
Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,
Kode Pos 59454, Telp. 0857 273000 42


0 komentar:
Posting Komentar